Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2013

Ciri - Ciri Terkena Penyakit Rematik Parah


Ciri - Ciri Terkena Penyakit Rematik Parah



Rematik merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Tapi salah satu jenis rematik ada yang tergolong berbahaya dan parah yaitu artritis reumatoid (AR). Seperti apa gejalanya?

Artritis reumatoid adalah salah satu jenis penyakit autoimun yang progresif, sistemik, ditandai oleh peradangan kronis dari sendi-sendi serta disertai dengan gejala sistemik lainnya seperti kelelahan.

"Penyakit ini tidak hanya menyerang sendi, tapi juga bagian tubuh lain seperti jantung, ginjal, mata, karenanya termasuk jenis rematik yang paling berat dan bahaya," ujar Prof Handono Kalim, MD dalam acara Diskusi Uji Klinis Pasien Artritis Reumatoid dengan Obat Tocilizumab di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (6/5/2011).

Penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui. Penyakit ini terjadi akibat adanya rangkaian peradangan di dalam tubuh akibat dari reaksi autoimun. Reaksi autoimun ini terjadi jika sistem imun tubuh menyerang dirinya sendiri.

Prof Sandra T G Victorio-Navarra, MD, FPCP, FPRA dari University of Santo Tomas, Manila, Filipina menuturkan penyakit ini jangka panjang dan kronik. Diawal-awal gejala yang muncul mirip dengan penyakit lain.

"Sulit bangun di pagi hari dan butuh waktu lama untuk bisa bangun bahkan hingga 1 jam sebaiknya jangan diabaikan, karena makin lama fungsi tubuh makin rendah. Aktivitas dari penyakit ini adalah nyeri, kekakuan dan bengkak," ujar Prof Sandra.

Beberapa gejala lain yang bisa dicurigai sebagai artritis reumatoid yaitu:

  1. Adanya nyeri di 3 sendi atau lebih selama kurang lebih 6 minggu
  2. Laju darah yang meningkat
  3. Rasa nyeri-nyeri di tangan dan bengkak
  4. Lutut terasa panas dan kekakuan sendi

"Jika muncul gejala tersebut segera curigai artritis reumatoid, jangan tunggu cacat dulu," ujar dr Rachmat Gunadi SpPD-KR dari RS Hasan Sadikin Bandung.

Komplikasi yang umum mempengaruhi pasien dengan artritis reumatoid adalah anemia sehingga mudah lelah, serta peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler seperti jantung. Tapi penyakit ini juga bisa menyerang paru-paru, hematologik, pembuluh darah, tulang, mata, kelenjar liur dan kulit.

Untuk itu ada 4 hal penting dalam menangani artritis reumatoid yaitu:

  1. Melakukan diagnosis dini sehingga mencegah kecacatan
  2. Melakukan perawatan secara agresif, karena perkembangan penyakit ini pada beberapa orang terbilang cepat atau progresif tinggi
  3. Usahakan untuk mencapai kondisi remisi, yaitu suatu kondisi yang mana aktivitas dari penyakit ini sangat rendah atau menjadi inaktif
  4. Melakukan kontrol secara teratur

Apakah penyakit ini bisa disembuhkan?

"Penyakit artritis reumatoid tidak mengenal sembuh sempurna, tapi hanya bisa membuat penyakit tersebut tenang atau menjadi inaktif," ujar dr Rachmat.

Obat untuk penyakit ini pun terus berkembang, dulu obat yang diguankan merupakan obat untuk penyakit lain seperti obat malaria dan obat anti kanker. Kini obat Tocilizumab diperkirakan menjadi obat yang efektif.

"Obat ini merupakan agen biologi yang bertugas menghambat interleukin 6 (IL-6), IL-6 berperan pada proses radang dan kerusakan sendi serta bagian tubuh lain," ungkapnya.

Obat ini telah digunakan di beberapa negara seperti Ametrika, Eropa, Kanada, Jepang, Hongkong, Australia dan China. Sedangkan di Indonesia masih dalam tahap uji klinis dan menunggu persetujuan dari BPOM.

Salah satu pasien artritis reumatoid yang terlibat dalam uji klinis obat ini adalah Eva Febriyanti (19 tahun) yang telah didiagnosis penyakit ini 3 tahun lalu. Ia mengalami perkembangan setelah menerima infus kedua yaitu bisa menekuk lutut, kaki sudah tidak kaku dan tubuhnya merasa lebih enak.

"Dulu tiap kali bangun tidur tangan dan kaki tidak bisa digerakkan, bengkak di sendi tangan, sendi terasa panas dan tidak bisa berjalan jauh. Tapi sekarang terasa lebih ringan dan enak," ujar Eva


sumber : ( http://health.detik.com/read/2011/05/06/143333/1634039/763/ciri-ciri-terkena-rematik-parah?l771108bcj )

Bedakan Asam Urat dengan Rematik



Bedakan Asam Urat dengan Rematik



Dari Sabang sampai Merauke, masyarakat kita cukup akrab dengan kata “rematik” dan “asam urat”. Tapi sesungguhnya terdapat kesalahpahaman secara nasional terhadap kedua istilah medis ini. Orang sering dengan mudah memvonis rematik dan asam urat untuk semua keluhan pegal / sakit / nyeri/ kaku pada tulang-persendian, otot, dan urat. Kesalahpahaman ini juga berakibat luas dalam hal kesalahan pengobatan dan biaya yang terbuang percuma. Asam urat itu bagian dari rematik, tapi orang yang rematik belum tentu akibat asam urat

Rematik merupakan gejala penyakit ; rematik selalu ada penyebabnya .

Rematik berarti rasa pegal / sakit / nyeri / kaku pada tulang-persendian, urat, atau otot. Keluhan rasa sakit inilah yang sebenarnya disebut rematik. Ini berarti, rematik itu selalu ada penyebabnya.
Penyakit-penyakit yang paling banyak/sering menimbulkan rematik adalah :
1. Keropos tulang ( Osteoporosis ) dan pengapuran tulang.
2. Asam urat berlebih dalam darah ( Hiperurisemia ).
3. Cedera/trauma fisik ; misalnya saat olahraga, saat mengangkat beban berlebihan, atau karena jatuh terpeleset /             jatuh terduduk, atau akibat kecelakaan lalu lintas.
4. Kelebihan berat badan atau kegemukan.
5. Urat saraf terjepit.
6. Dan lain-lain.
Jadi, jika anda atau anggota keluarga anda divonis oleh dokter, ” Ini sakitnya rematik Bu/Pak ” , jangan langsung berpuas dahulu. Harus dituntaskan, rematiknya karena apa. Jika kita sudah paham betul penyebab rematiknya, otomatis jalan keluar dan obat  yang dipilih juga tepat.

Asam urat atau keropos tulang+pengapuran ? Apa bedanya ?

Memastikan apa penyebab rematik sangatlah penting. Tiap penderita bisa berbeda-beda penyebabnya. Misalnya, ada empat orang mempunyai keluhan rematik pada sendi lutut, tapi  penyakit mereka masing-masing bisa saja berbeda. Mungkin si A karena keropos tulang dan pengapuran, si B karena asam urat, si C karena kegemukan, si D karena pernah mengalami cedera. Seseorang yang mengalami keluhan rematik juga bisa saja menderita beberapa penyebab sekaligus, misalnya karena asam urat dan kegemukan, karena keropos tulang dan asam urat, atau gabungan ketiganya.

Asam Urat ( Uric Acid )

Kadar asam urat berlebih dalam darah ( Hiperurisemia ) umumnya disebabkan oleh dua hal :
1. Kelebihan konsumsi makanan berprotein tinggi, baik hewani maupun nabati.
2. Gangguan/berkurangnya fungsi ginjal, sehinga berkurang pembuangan asam urat dari dalam darah ke dalam                   urin.
Penyebab terbesar dari kelebihan asam urat adalah kesalahan kebiasaan makan tadi ; oleh karena itu, asam urat dapat diderita oleh anak-anak remaja sampai usia lanjut. Kadar  normal asam urat dalam darah  adalah  3,5 - 6,5 mg/dl , atau maksimal 7 mg/dl. Jika anda ingin memastikan seseorang menderita asam urat atau tidak, cukup dengan pemeriksaan darah. Di negara kita saat ini, biaya pemeriksaan kadar asam urat berkisar antara             Rp 25.000,- sampai Rp 35.000,-
Bagian tubuh yang cenderung menderita asam urat adalah :
  • Pangkal jari-jari kaki dan tangan
  • Punggung kaki
  • Pergelangan kaki dan pergelangan tangan
  • Sendi lutut dan sekitarnya
  • Sendi siku lengan
Jika asam urat sudah terlalu tinggi, biasanya akan timbul pembengkakan di daerah urat dan sendi yang terlibat, yang bisa membuat penderita sulit bergerak/berjalan, bisa disertai demam, sakit kepala, sering kramp otot betis ( bahasa nasional kita : “naik betis” )’ bahkan gatal-gatal seluruh tubuh. Asam urat yang terlalu tinggi umumnya juga menimbulkan keluhan pegal-pegal di seluruh tubuh, termasuk daerah punggung bawah.
Asam urat yang terus-menerus tinggi juga berpotensi menimbulkan endapan kristal asam urat di dalam ginjal dan di dalam urat. Endapan atau timbunan di dalam ginjal akan membentuk batu ginjal. Endapan di dalam urat akan membentuk tonjolan di bawah kulit di daerah urat yang bersangkutan, yang dalam bahasa medis disebut “tophus/tophi”.
Keluhan rematik pada asam urat cenderung bersifat menetap. Artinya, walaupun sendi yang terlibat kita istirahatkan/diamkan, sakitnya cenderung tidak menghilang, terutama selama kadar asam uratnya masih tinggi.

Keropos tulang dan ( sekaligus ) pengapuran tulang.

Bukankah keropos dan pengapuran tulang adalah dua proses yang berlawanan ? Bukan.
Keropos tulang berarti kekurangan zat kapur ( Kalsium/Calc ) di dalam tulang. Tulang yang keropos akan mengecil, atau menciut, atau berkerut, atau memipih. Akibatnya, permukaan dan tepi/pinggir tulang yang keropos itu akan menjadi kasar, tajam, menonjol, atau meruncing. Tonjolan atau runcingan yang terdapat pada tulang yang sudah keropos itulah yang disebut pengapuran. Jadi ini adalah dua proses yang berlangsung secara simultan/bersamaan, dengan sebab yang sama : kurang zat kapur dalam tulang. Semakin keropos sepotong tulang, semakin hebat pengapurannya.
( Hmm……., rumit betul ya ? Kalau pembaca belum mengerti  juga, bayangkanlah dua potong batangan sabun pewangi ruangan/mobil. Sabun yang baru ibarat tulang yang sehat ; sabun yang sudah lama/aus/kering ibarat tulang yang sudah keropos dan mengalami pengapuran. Hmm……., jadi mudah bukan ? )
Pengapuran tulang inilah yang menimbulkan rasa sakit/nyeri pada urat ataupun sendi, karena ia menekan/bergesekan dengan urat pembungkus sendi, terutama di saat ada pergerakan atau saat ada beban terhadap sendi. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa rematik/nyeri yang disebabkan oleh keropos tulang dan pengapuran cenderung berkurang/hilang jika sendi yang sakit di istirahatkan/diamkan, dan cenderung lebih hebat dirasakan oleh orang gemuk daripada orang kurus.
Keropos tulang dan pengapuran cenderung diderita oleh :
1. Orang usia lanjut, sekitar 45tahun ke atas.
2. Wanita, karena sebagian kalsium terpakai/terbuang di saat menstruasi, kehamilan, dan persalinan.
3. Orang yang jarang/tidak pernah olahraga.
4. Orang yang jarang/malas makan sayur.
5. Orang gemuk
6. Orang yang jarang terpapar/terkena sinar matahari. ( Jika anda seorang muslimah yang berjilbab sepanjang                     hari, anda sangat dianjurkan untuk meluangkan waktu ‘ berjemur’ atau beraktivitas di bawah sinar matahari                   setiap pagi, di saat anda sedang tidak berjilbab. Sinar ultraviolet dari matahari yang langsung menerpa kulit                     wajah, lengan, dan betis anda, akan mengaktifkan vitamin D dalam darah untuk memperkuat penyerapan                         kalsium dari makanan/minuman di dalam usus. Ayo silahkan pilih, mau putih mulus seperti putri salju yang                   nantinya kena keropos tulang, atau si manis hitam dikit tapi bertulang sehat sampai tua ).    :-)
Tulang- persendian yang cenderung mengalami keropos tulang dan pengapuran tulang adalah :
  • Tulang-tulang belakang di daerah tengkuk
  • Tulang-tulang belakang di daerah punggung bawah
  • Sendi bahu
  • Tulang dan sendi panggul/pinggul
  • Sendi lutut
  • Tulang tumit, baik di belakang tumit maupun di telapak tumit.
Kegemukan : Sebuah penyebab rematik yang penting dan sering !
Kelebihan berat badan dan kegemukan akan memberikan beban/tekanan yang berlebihan pula terhadap tulang, sendi, otot, atau urat di bagian tubuh yang berfungsi sebagai penopang.
Oleh karena itu, keluhan rematik karena kegemukan cenderung terjadi di bagian :
  • Telapak kaki, khususnya telapak tumit.
  • Sendi lutut.
  • Sendi panggul/pinggul.
  • Punggung bawah.
Berhubung penyebabnya adalah kelebihan berat badan atau kegemukan, keluhan ini tentu saja bisa dialami oleh segala usia, dari anak-anak remaja yang gemuk sampai orang tua yang gemuk.
Jika anda perhatikan lingkungan sekitar anda, sanak famili anda, kasus rematik karena kegemukan ini cukup sering dijumpai ! Bisa saja kadar asam urat mereka normal, tulang mereka belum keropos dan belum mengalami pengapuran, tapi kegemukan ini saja sudah cukup menjadi penyebab keluhan rematiknya. Untuk kasus demikian, jalan keluar terbaiknya adalah menurunkan berat badan, bukan obat rematik, bukan obat asam urat !

Cegah rematik, “lupakan rematik” .

Bangsa kita mungkin mengenal kata rematik sejak tahun 1596, sejak bangsa Belanda mendatangi dan menjajah kita. Selama ini pula mayoritas dari kita telah salah paham dan salah pakai istilah rematik dan asam urat ini. Selama ini pula telah sering terjadi kesalahan pengobatan dan pengeluaran biaya yang sia-sia.
Kini waktunya menghapus kesalahan masa lalu dan mengurangi ‘ obral kata ‘ dan ‘ obral obat ‘ rematik dan asam urat.
Dengan pemahaman yang benar tentang rematik ini, kita tahu ;
  • Rematik itu macam-macam penyebabnya.
  • Rematik itu sangat erat berkaitan dengan pola hidup dan kebiasaan kita.
  • Rematik itu bisa menyerang segala usia, dari remaja sampai usia lanjut.
  • Rematik itu bisa berbeda-beda  pengobatannya.
Dan yang terpenting ;
  • Rematik itu bisa dicegah !

Penyakit Asma

Penyakit Asma

Penyakit Asma berasal dari kata "asthma" yang diambil dari bahasa Yunani yang mengandung arti "sulit bernapas". Gejala awal dari timbulnya penyakit asma adalah adanya gejala sesak napas, batuk dan suara mengi ( bengek ) yang dikarenakan adanya penyempitan dan sumbatan pada pembuluh darah yang mengalirkan oksigen ke paru - paru dan rongga dada yang membuat saluran udara menjadi terhambat.

Secara global, pengertian penyakit asma adalah suatu jenis penyakit gangguan penapasan khususnya pada paru - paru. Asma merupakan suatu penyakit yang dikenal dengan penyakit sesak napas yang dikarenakan adanya penyempitan pada saluran pernapasan karena adanya aktivitas berlebih yang mengakibatkan terhadap suatu rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan dan penyempitan pada pembuluh darah dan udara yang mengalirkan oksigen ke paru - paru dan rongga dada. Umumnya seseorang yang menderita sesak napas atau asma bersifat sementara dan dapat sembuh seperti sedia kala dengan atau tanpa bantuan obat.

Penyakit asma tidak mengenal umur, ras, dan derajat seseorang. Siapa saja dapat terkena penyakit asma mulai dari masa kanak - kanak sampai orang dewasa. Jika pada anak - anak penyakit asma ini bersifat kronis. Menurut data dan sumber yang diperoleh dari Asosiasi Paru - paru di Amerika mengungkapkan bahwa 1 diantara 3 orang penderita asma adalah mereka yang berusia di bawah usia 18 tahun. Alergi merupakan penyebab utama pemicu timbulnya gejala asma.Diketahui sekitar 80% penyakit asma banyak menyerang anak - anak dan 50% menyerang orang dewasa.

Menurut sebuah sumber dari sebuah penelitian yang dilakukan di amerika da eropa menegaskan dalam buku "American Journal of Repiratory and Critical Care Medicine mengungkapkan "Bila salah orang tua mengidap penyakit asma besar kemungkinan anak juga akan menderita asma yang resikonya 3x lipat lebih besar daripada orang tuanya, sedangkan apabila kedua orang tua menderita asma, maka juga akan menderita asma 6x lebih besar resiko dari penyakit asma dibanding orang tuanya"



Penyebab

Penyakit asma memiliki banyak faktor penyebab, yang paling sering karena faktor atopi atau alergi. Faktor-faktor penyebab dan pemicu penyakit asma antara lain debu rumah dengan tungkunya, bulu binatang, asap rokok, asap obat nyamuk, dan lain-lain.




Wasir atau Ambeien


Wasir atau Ambeien 

Wasir atau ambeien adalah penyakit yang tidak hanya menimbulkan sakit ketika sedang BAB ataupun sedang duduk, tapi juga dapat menimbulkan dampak psikologis misalnya malu pada penderitanya. Sebenarnya secara anatomi, ambeien bukan merupakan penyakit, melainkan perubahan fisiologis yang terjadi pada bantalan pembuluh darah di dubur, berupa pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah dan jaringan sekitarnya. Fungsi bantalan itu sendiri sebagai klep/katup yang membantu otot-otot dubur menahan feses. Bila terjadi gangguan (bendungan) aliran darah, maka pembuluh darah akan melebar dan membengkak. Nah, keadaan inilah yang disebut ambeien.

Secara umum wasir atau ambeien dibagi menjadi dua yaitu ambeien dalam dan ambeien luar.
  • Ambeien dalam adalah pembengkakan terjadi dalam rektum sehingga tidak bisa dilihat atau diraba. Pembengkakan jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit karena hanya ada sedikit syaraf di daerah rektum. Tanda yang dapat diketahui adalah pendarahan saat buang air besar. Masalahnya adalah bila wasir dalam ini membesar dan keluar ke bibir anus yang menyebabkan kesakitan. Wasir yang terlihat berwarna pink ini setelah sembuh dapat masuk sendiri, tetapi bisa juga didorong masuk.
  • Ambeien luar menyerang anus sehingga menimbulkan rasa sakit, perih, dan gatal. Jika terdorong keluar oleh feses, ambeien ini dapat mengakibatkan penggumpalan (trombosis), yang menjadikan ambeien berwarna biru-ungu.

Penyebab wasir atau ambeien adalah:

  • Terlalu banyak duduk
  • Diare menahun
  • Kehamilan ibu hamil yang diakibatkan perubahan hormon
  • Keturunan penderita wasir
  • Penyakit yang membuat penderita sering mengejan seperti misalnya: pembesaran prostat jinak ataupun kenker prostat, penyempitan saluran kemih, dan sering melahirkan anak.
  • Sembelit / konstipasi / obsitpasi menahun
  • Penekanan kembali aliran darah vena seperti seperti pada kanker dubur, radang dubur, penyempitan dubur, kenaikan tekanan pembuluh darah porta (di dalam rongga perut), sakit lever jenis sirosis (mengkerut), lemah jantung, dan limpa bengkak.
  • Peregangan. Hal ini bisa terjadi pada seseorang yang suka melakukan hubungan seksual yang tidak lazim yaitu anogenital.

Gejala

Biasanya penderita akan mengalami pendarahan dubur dengan warna darah merah muda yang menetes atau mengalir lewat lubang dubur / anus. Penderita juga akan merasa ada ganjalan pada anus ketika BAB sehingga penderita akan mengejan yang bisa memperparah ambeiennya. Selain itu biasanya anus akan terasa gatal karena bagian yang terasa nyeri di dubur sulit dibersihkan, sehingga virus akan sangat mudah menyebabkan infeksi kulit yang memicu rasa gatal

Pencegahan

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah berulangnya kekambuhan ambeien. Di antaranya adalah:
  • Hindari mengejan terlalu kuat saat BAB.
  • Cegah konstipasi / sembelit dengan banyak mengonsumsi makanan kaya serat (sayur dan buah serta kacang-kacangan) serta banyak minum air putih minimal delapan gelas sehari untuk melancarkan BAB.
  • Segera ke belakang jika niat BAB muncul, jangan menunda-nunda sebelum feses menjadi keras.
  • Makan sayur dan buah yang cukup banyak.
  • Kurangi konsumsi cabe dan makanan pedas.
  • Tidur cukup.
  • Jangan duduk terlalu lama.
  • Senam/olahraga rutin
Apakah Wasir Perlu di Operasi ???

Pengobatan wasir perlu ditangani melalui operasi atau tidak bergantung pada stadium wasir yang dialami. Yang terpenting adalah pada waktu pengobatan maupun setelah pengobatan pasien dapat menjaga agar selalu buang air besar secara teratur dengan feses yang berbentuk lunak. Untuk itu, pasien perlu banyak minum dan makan makanan yang kaya serat.


Wasir stadium 1 umumnya dapat diobati dengan mengatur buang air besar dan beberapa jenis obat. Pada stadium 2, selain obat dapat dilakukan pengikatan (ligasi) atau penyuntikan dengan obat tertentu. Sedangkan pada stadium 3 dan 4 umumnya harus dioperasi.

Jadi, untuk mengatasi wasir perlu ditentukan terlebih dahulu apakah wasir luar atau dalam dan kemudian ditentukan stadiumnya. Saat ini ada alat yang sekali pakai yang dapat sangat mengurangi rasa sakit dibandingkan dengan cara operasi yang lama, dengan lama perawatan dan waktu penyembuhan yang jauh lebih singkat. Biayanya tentu berbeda antara tiap - tiap rumah sakit tetapi alatnya memang relatif mahal, berkisar antara 2 hingga 4 juta rupiah.

sumber : ( http://health.detik.com/read/2009/08/12/112023/1181692/783/apakah-ambeien-harus-selalu-dioperasi )

Habbatussauda bisa menyembuhkan wasir atau ambeien

Habbatussauda dapat berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit salah satunya adalah wasir atau ambeien karena didalamnya terkandung zat yang dapat menyembuhkan luka dengan cepat, dapat memperkuat atau menstabilkan pembuluh darah, menyembuhkan sembelit dan masih banyak lagi yang lain. Dengan mengkonsumsinya secara teratur, Anda akan dapat lancar BAB tanpa lagi disertai rasa sakit.

Cara Mengobati Wasir / Ambeien dengan habbatussauda

1. Untuk pengobatan dari dalam minum secara rutin habbatussauda 2 kali sehari.
2. Untuk Pengobatan luar benjolan di dubur, basuh dengan air hangat dan selajutnya oleskan pada benjolan tersebut minyak  habbatussauda.
3. Perbanyaklah makanan berserat dan minum air putih.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India